Categories
General

Wiranto Resmikan Museum Bang Yos di Cibubur

Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal (Purn) Wiranto , meresmikan Museum Bang Yos, Minggu (15/3/2020). Museum ini berlokasi di halaman belakang kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Jalan Kalimanggis Nomor 100, tak jauh dari belakang Plaza Cibubur. Museum ini mengisahkan lika-liku perjalanan hidup Sutiyoso yang warna-warni, tapi dilakoninya dengan kerja keras dan ikhlas.

“Lewat museum ini dapat memberikan pembelajaran dan semangat bahwa perjuangan hidup tak perlu berhenti. Anugerah dari Tuhan itu harus dihadapi dengan senang hati dan jangan berhenti berjuang. Saya kira, ini bagian dari arti Museum Bang Yos,” kata Wiranto saat meresmikan museum.

Selain Wiranto, teman seangkatan Sutiyoso semasa di AMN 1968 yang hadir dalam acara itu adalah Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Mantan Dirjen RTF Ishadi SK yang merupakan teman seangkatannya di Lemhanas, dan politisi Partai Golkar Theo L Sambuaga.

Kepada detik.com, Sutiyoso menegaskan pendirian museum tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk kesombongan diri. Ia justru ingin mewariskan semangat keteladanan kepada generasi muda, bahwa kemiskinan bukan penghalang seorang individu untuk sukses.

“Bapak saya ini guru SD, secara ekonomi pas-pasan. Tapi kami sebagai anak-anaknya bekerja keras untuk menggapai cita-cita. Alhamdulillah, saya bisa jadi jenderal, gubernur, dan terakhir Kepala BIN yang setingkat menteri,” kata lelaki kelahiran Semarang, 6 Desember 1944 itu.

Saat berpangkat Kapten, Bang Yos, begitu sapaan Sutiyoso saat menjadi gubernur DKI dua periode, mendapat penugasan langsung dari Jenderal LB Moerdani untuk menyusup ke Timor Timur sendirian pada awal 1974. Penugasan itu berlanjut dengan Operasi Flamboyan dan Operasi Seroja. Dia juga pernah ditugaskan menangkap para pentolan GAM di Aceh, termasuk Hasan Tiro pada 1978.

“Tokoh lain setingkat menteri berhasil aku tangkap tanpa letupan sebutir peluru pun, tapi Hasan Tiro berhasil lolos ke luar negeri,” ujarnya.

Satu pelajaran penting yang diingatkan Sutiyoso kepada generasi muda adalah jangan lelah membuat prestasi terbaik. Juga jangan sombong dan pamrih. Di sisi lain, “Kita jangan pernah tenggelam dalam kekecewaan, karena orang yang kecewa itu pasti gak pernah bisa berprestasi,” ujarnya.

Ia menyampaikan hal itu saat mengisahkan perjalanan karir di militer yang pernah macet saat berpangkat Kolonel. Pangkat itu disandangnya selama 9 tahun, dengan menjalani lima jabatan.

Bang Yos berencana membuka museum tersebut untuk umum, khususnya dari kalangan pelajar setiap akhir pekan.

Kisah selengkapnya perjalanan karir Sutiyoso dapat disimak dalam Blak-blakan, “Sutiyoso di Antara Moerdani dan Megawati”, Senin (16/3/2020) (jat/jat) museum bang yos